SELAMAT DATANG DI WEBLOG MAHASUTRA (Mahasiswa Universitas Terbuka)

Senin, 08 Februari 2010

Bunyi


Pengertian Bunyi

Musik sangat erat dengan kihidupan masyarakat kita. Melalui alat musik kita dapat membuat berbagai macam bunyi. Bunyi terjadi karena suatu benda yang bergetar. Bunyi merambat memerlukan media perantara, kita tidak dapat mendengar bunyi di ruang hampa. Kuat lemahnya bunyi bergantung pada amplitudo bunyi, semakin besar amplitudo bunyi semakin kuat bunyi itu terdengar.

Pengertian

Gelombang Bunyi Bunyi adalah salah satu bentuk energi. Dalam perambatannya bunyi memerlukan medium. Energi bunyi tersebut berasal dari benda yang bergetar, getaran yang merambat disebut gelombang. Bunyi merupakan gelombang longitudinal. Mengapa bunyi dapat kita dengar ? Kita dapat mendengar bunyi karena bunyi tersebut merambat dari sumber bunyi sampai telinga kita. Sumber bunyi yang bergetar akan menggetarkan udara disekitarnya, selanjutnya molekul udara yang bergetar akan menjalar sampai telinga kita. Getaran molekul udara membentuk rapatan dan regangan.

Ketika beduk dipukul, atau gitar di petik, senar gitar atau beduk tampak bergetar waktu dibunyikan. Saat senar bergetar terdengarlah bunyi. Bunyi gitar akan melemah jika getarannya melemah, akhirnya bunyi pun menghilang. Bunyi dapat terdengar bila :

  1. ada benda yang bergetar ( sumber bunyi )
  2. ada medium yang merambatkan bunyi, dan
  3. ada penerima yang berada dalam jangkauan sumber bunyi

Pemantulan Bunyi

Bunyi termasuk gelombang dan salah satu sifat gelombang adalah dapat dipantulkan. Ketika berteriak di dalam ruangan atau di depan tebing suara yang kita ucapkan akan terdengar kembali meskipun lebih lemah daripada ucapan aslinya. Mengapa demikian ? Ketika berteriak di dalam ruangan atau di depan tebing, bunyi yang merambat ketika sampai ke dinding mengalami pemantulan sehingga berbalik ke arah kita. Pemantulan bunyi banyak manfaatnya dalam kehidupan sehari hari seperti mengukur kedalaman laut, mengetahui kandungan ikan di bawah laut, mengukur panjang lorong gua, atau menyelidiki kerusakan logam.

Jenis-Jenis Bunyi Pantul Terdapat beberapa jenis bunyi pantul yaitu, gaung, dan gema Gaung adalah bunyi pantulan yang sebagian terdengar bersamaan dengan bunyi asli sehingga bunyi asli menjadi tidak jelas. Sebagai contoh apabila kita mengucapkan kata “fisika”, kadang-kadang kita mengengar bunyi pantulan sebelum seluruh suku kata selesai kita ucapkan. Dalam hal ini kita mendengar dua macam suara yaitu suara asli dan suara pantulan.

Suara asli fi – si – ka
Suara Pantulan fi – si – ka
Suara yang terdengar fi ka

Timbulnya gaung didalam gedung sangat merugikan sehingga gaung harus diredam atau di serap, bahan yang biasa digunakan untuk dapat mencegah terjadinya gaung adalah gabus, busa,dan kapas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pengikut